|
|---|
Friday, January 8, 2010
KapanLagi.com – Menurut data yang terdapat pada Departemen Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS, sebanyak 660 kasus kecelakaan lalu lintas diakibatkan oleh kurangnya tekanan angin dalam ban dan memakan korban luka berat sebanyak 33 ribu per tahun. Sebuah penelitian yang disponsori oleh Rubber Manufacturers Association (RMA) baru-baru ini, yang dilakukan terhadap 1000 orang pengemudi di seluruh negara bagian, menemukan fakta-fakta bahwa :
* 63% pengendara mobil menyebutkan bahwa tekanan ban sangat mempengaruhi jarak tempuh dari kendaraan
* Hanya 19% dari para pengemudi yang memeriksa kondisi tekanan ban mobil mereka
* Tiap bulan, tiga dari empat pengendara mobil mencuci kendaraan mereka, sementara hanya satu dari lima pengendara yang memeriksa tekanan ban mobil mereka
Anda dapat menempuh jarak hingga mencapai 3,3% lebih jauh dan menghemat ongkos BBM, jika Anda selalu rajin memeriksa keadaan tekanan ban mobil Anda dan menjaga agar selalu dalam tekanan yang seharusnya.
Di bawah ini adalah 10 tips perawatan ban mobil :
1. Jangan menunggu hingga ban rusak. Biasakan untuk selalu memeriksa tekanan ban mobil anda, paling sedikit sekali sebulan dan terutama sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Ban dengan tekanan yang kurang memadai akan menyebabkan ban mudah panas karena gesekan yang besar dengan aspal, sehingga ban cepat aus dan bisa membahayakan keselamatan mengemudi.
2. Anda harus hapal dengan tekanan yang proporsional dari ban mobil Anda. Ukuran tekanan ban yang pas bisa dilihat pada stiker yang menempel di bagian dalam dari pintu kendaraan Anda, atau pada buku petunjuk pemilik kendaraan.
3. Untuk pengukuran yang valid terhadap tekanan ban mobil Anda, periksalah ban saat suhu mereka dingin. Jika mobil Anda habis menempuh perjalanan jauh, tunggulah kurang lebih tiga jam.
4. Lakukan pemeriksaan berkala, paling tidak sebulan sekali dan jagalah agar ukuran tekanan ban mobil Anda selalu pada batasan yang proporsional. Sehingga mobil Anda siap untuk digunakan, jika sewaktu-waktu Anda butuhkan.
5. Uang koin bisa digunakan sebagai alat penunjuk bahwa ban mobil Anda telah gundul. Letakkan uang koin di tapak ban mobil Anda. Jika Anda bisa melihat seluruh gambar uang koin tersebut, maka saatnya bagi mobil Anda untuk ganti ban.
6. Jagalah ban mobil Anda dari lobang di jalan. Sebab lobang yang terlalu besar tak hanya bisa merusak ban mobil Anda, melainkan juga akan mengganggu keseimbangan atau balance dari ban mobil.
7. Buatlah jadwal. Pastikan Anda menukarkan ban mobil Anda antara yang di depan dengan yang di belakang tiap 6000 mil, agar menyeragamkan kondisi seluruh ban dan mempertahankan masa pakai ban lebih lama.
8. Jangan mengendarai mobil dengan ban yang tanpa penutup pentilnya. Mengemudikan mobil dengan ban tanpa penutup pentil bisa jadi menyebabkan kebocoran udara dari dalam ban dan bisa mengakibatkan ban kekurangan tekanan.
9. Periksalah keseimbangan atau balance dari ban mobil Anda secara periodik, untuk menghindari putaran ban yang tak stabil.
10. Perhitungkan bobot yang harus dimuat oleh mobil Anda. Jika muatan melebihi kapasitas maksimal dapat menimbulkan tekanan yang berlebih pada ban mobil Anda dan itu bisa sangat membahayakan. (asa/bun)
Labels: Ban
Batik secara etimologis merupakan istilah asli tradisional Jawa dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna “menulis” dan “titik” yang bermakna “titik”. Dari istilah ini Batik mengacu pada dua pengertian ; yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Dalam istilah internasional “Batik is an Indonesian traditional word and refers to a generic wax-resist dyeing technique used on fabric
Batik sebagai kata benda adalah “a dyed fabric; a removable wax is used where the dye is not wanted”, batik (dye with wax), sebagai kata karja bermakna “Indonesian fabrics are often batiked” (http://wordnetweb.princeton.edu/perl/webwn?s=batik). Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009.
Beberapa penulis meyakini bahwa kata batik merupakan kata asli Indonesia dan (seni) batik merupakan karya seni hasil budaya bangsa Indonesia yang sudah termasuk tua. Dalam Babad Sengkala tahun 1633 dan dalam Pandji Djaja Lengkaratahu 1770, kata-kata batik dan membatik sudah ada. Tulisan pada lontar dari Kerajaan Galuh (Cirebon Selatan) kira-kira pada tahun 1520, sudah ada kata tulis dan lukis. Seni batik pada waktu itu dibuat oleh para pria yang dinamakan lukis, sedangkan (seni) batiknya disebut tulis. Menurut sumber dar iJawa Timur tahun 1275 disebutkan sudah ada beberapa pola seperti pola grinsing yang menurut Rouffaer pola grinsing hanya dapat dibuat dengan alat canting, namun tidak jelas seperti apa bentuk alat cantingnya dan apakah istilah batik sudah digunakan waktu itu.
Ditinjau dari segi bahasa, kata batik berasal dari bahasa Jawa, berasal dari akar kata tik yang berarti kecil. Di daerah-daerah lain di Indonesia banyak kata yang berakhiran tik dengan arti yang hampir serupa yaitu kecil, misalnya leutik berarti kecil, pabatik berarti melukis tubuh orang, mahapantik berarti menulis, patik berarti menggambar. Kata ambatik dapat diartikan menulis atau menggambar serba kecil atau rumit. Di dalam seni batik, kata ambatik atau anyerat diartikan menggambar atau menulis serba rumit di atas kain. Karena menggambar serba rumit di atas kain hanya dapat dilakukan dengan menggunakan alat canting tulis dan menggunakan lilin batik sebagai zat perintang warna, maka istilah atau kata batik lahir setelah ditemukannya alat canting tulis dan lilin batik. Sebelumnya orang tidak menyebut batik. Walaupun motif-motif yang selanjutnya dituangkan dalam (seni) batik itu sudah tidak ada. Sebagai contoh, motif-motif yang terdapat di candi-candi sudah ada sebelum lahirnya (seni) batik. Diperkirakan seni ukir di Indonesia sudah lebih tua usianya dibandingkan denga seni batik.
Dengan ditemukannya canting tulis dan lilin batik berakibat memacu kreatifitas para seniman batik Indonesia sehingga (seni) batik Indonesia mencapai kualitas tertinggi mulai saat itu, apalagi didukung oleh beberapa kemudahan seperti adanya zat warna sintetis, teknologi pembuatan canting tulis dan pembuatan lilin batik yang semakin sempurna, penyediaan kain mori dengan kualitas yang baik, menyebabkan batik Indonesia terkenal sampai ke luar negeri. Selanjutnya produk batik berkembang tidak sekedar produk (seni) batik tetapi menjadi produk industri (kerajinan) batik. Batik sudah menjadi mata dagangan dan pembatikan sudah merupakan mata pencaharian sebagian masyarakat Indonesia
Labels: Ban
Ban bekas ?? tidak masalah, selama ban tu masih baik dan bisa dipakai. banyak orang yang membeli ban bekas karena pemilihan hemat keuangan. berikut tips untuk anda memilih ban bekas berkualitas ..
Jika Anda pemilik kendaraan bermotor, baik itu roda dua, tiga, empat atau lebih, sebaiknya selalu periksa kondisi ban kendaraan sebelum mengendarainya. Kondisi ban pada kendaraan bermotor, sangat berpengaruh pada keselamatan pengendara. Jadi jangan berkompromi dengan kondisi ban yang sudah tidak layak pakai alias gundul, karena urusannya sama taruhan nyawa.
Sebenarnya sangat mudah untuk menentukan apakah kondisi ban pada kendaraan masih layak pakai atau tidak. Kenali ban dengan melihat petunjuk TWI (Thread Wear Indicator), jadikan sebagai patokan. Lalu, ukur ketebalan alur (kembangan) menggunakan penggaris dari dasar alur. Bila tingginya kurang dari 2 mm maka sebaiknya ban tersebut segera diganti.
Mengganti ban sebaiknya dilakukan secara bersamaan pada keempat roda, namun jika ban yang perlu diganti hanya sebagian saja, pastikan ukuran, konstruksi dan jenis ban sama dengan ban pada keseluruhan rodanya. Mengganti ban gundul dengan ban baru diperlukan biaya yang tidak sedikit bagi yang memiliki uang pas-pasan. Terlebih lagi bila yang digunakan ban berjenis radial, yang harganya lebih mahal dibandingkan dengan ban biasa (standar).
Jika kondisi keuangan tidak memungkinkan untuk mengganti ban lama dengan yang baru, tak ada salahnya untuk mempertimbangkan menggantinya dengan ban second alias ban bekas. Tapi, untuk mengganti ban lama Anda yang sudah gundul dengan ban bekas perlu kecermatan dan kehati-hatian. Karena jika salah pilih, bukannya untung yang didapat tetapi malah buntung. Sebaiknya kenali dulu jenis-jenis ban bekas yang beredar di toko ban bekas.
Bila dilihat dari jenisnya, ban bekas dapat dibagi menjadi dua yaitu ban bekas orisinil dan batikan. Ban bekas orisinil bisa dilihat dari polanya yang masih bagus. Ban bekas orisinil kondisinya sekitar 70%-90% dari baru. Sedangkan ban bekas polanya merupakan hasil batikan penjual ban bekas untuk membuat kembali pola yang sudah pupus. Biasanya ban bekas yang dibatik kondisinya 30% dari baru.
Selain ban bekas orisinil dan batikan, ada juga ban bekas yang telah dilakukan penambahan karet kembangannya, atau lazim disebut ban vulkanisir. Tapi kebanyakan ban vulkanisir hanya dipakai pada mobil-mobil besar seperti bus dan truk. Apabila mobil pribadi menggunakan ban vulkanisir, laju kendaraan kurang stabil dan jalannya sedikit bergoyang.
Kualitas ban vulkanisir, tergantung pada kualitas karet tambahan. Semakin bagus kualitas karet tambahan maka daya rekat karet dengan ban semakin kuat, berpengaruh pada umur pemakaian dan penggunaan ban bekas paling lama sekitar tujuh bulan.
Labels: Ban
| Manfaat Mengupgrade ban-ban Anda: 1.Respon yang lebih baik ketika berubah arah 2. Kontak yang lebih luas dengan permukaan jalan 3.Daya cengkeram yang lebih besar 4.Pengendalian dan control yang lebih baik 5.Penampilan yang lebih keren dan lebih modern. |
|
|
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Labels: Ban


