
new modification info, best car modified, best car contest, air brush, body kit, wheels, engine, car audio system
|
|
|---|
|
|---|

Labels: Yamaha Mio

Labels: Modifikasi, Yamaha Mio

Labels: Modifikasi, Yamaha Mio
Labels: Modifikasi, Yamaha Mio

Labels: Modification, Yamaha Mio
Labels: Modifikasi, Yamaha Mio
Labels: Modification, Yamaha Mio

Labels: Yamaha Mio
Labels: Modification, Yamaha Mio
Labels: Modifikasi, Yamaha Mio
Labels: Yamaha Mio
Labels: Modification, Yamaha Mio

Labels: Yamaha Mio

Labels: Yamaha Mio
Labels: Yamaha Mio

Labels: Modifikasi, Yamaha Mio

Labels: Yamaha Mio

Labels: Modifikasi, Yamaha Mio

Labels: Modified, Yamaha Mio

Labels: Modifikasi, Yamaha Mio






Labels: Gambar motor balap
| |
| Written by Galih | |
| Tachometer yang terdapat pada mobil, pesawat terbang dan kendaraan-kendaraan lainnya biasanya menunjukan tingkat rotasi/perputaran pada poros engkol mesin, dan secara tipikal sudah menandakan indikasi jangkauan keselamatan dari perputaran mesin. Hal ini mampu menolong pengemudi dalam menyeleksi akselerasi yang pas dan pengaturan rotasi mesin untuk segala macam kondisi pengendaraan.
Tachometer Tachometer akan memberikan peringatan kepada pengemudi apabila tingkat putaran mesin sudah pada tahap "maksimum". Jadi pengemudi yang suka tarik-tarikan sering memacu mesin hingga RPM tinggi supaya tarikannya terasa mantap. Kalau lagi keasikan narik mana mungkin dia ngeh dengan keluhan mesinnya yang sudah "teriak-teriak". Nah Tachometer inilah yang membisikan peringatannya supaya si mesin gak jebol alias mengalami kerusakan.
Lampu Peringatan Tachometers dikendalikan oleh putaran kabel dari sebuah unit pengendali yang dimasukkan kedalam mesin (biasanya pada poros engkol) juga ada-biasanya pada sistem mesin diesel sederhana yang menggunakan basis sistem elektris ataupun tanpa sistem elektrik. Pada sistem manajemen mesin yang umumnya terdapat pada kendaraan-kendaraan moderen, sinyal untuk tachometer biasanya dihasilkan dari sebuah mesin ECU yang menghantarkan informasi baik dari sensor kecepatan putaran yang terdapat pada poros engkol. Buat SO mania yang ingin tarik-tarikan atau sekedar ingin kabin mobilnya tampil lebih racing look, Tachometer Pivot RTL-R dapat dijadikan pilihan. Rotasi putaran mesin maksimal hingga 10.000 RPM dapat termonitor oleh indikator ini, membesut mobil pun akan lebih menyenangkan dan aman sehingga mesin terjaga dari kerusakan. Tachometer ini dilengkapi dengan shift lamp dan dia dapat diaplikasikan ke segala jenis mobil. Related articles
Newer articles
Older articles
|
| <> | | Next > |
|---|
Pada perkembangan teknologi sepeda motor di Indonesia khususnya di temukan bahwa perkembangannya motor standar keluaran pabrik mengarah pada tingkat efisiensi yang tinggi. Hal itu pulalah yang menyebabkan membuat pabrikan membuat setingan yang “paten” agar settingan pabrik sebisa mingkin tidak berubah terlau banyak setelah motor digunakan oleh para pemakainya. Akan tetepi kenyataanya pemilik motor sendiri ada sebagian mereka yang merasa tidak puas dengan performa sepeda motor ala standar pabrik. Hal ini di dasari beberapa hal, salah satunya karena kebutuhan tiap manusia pada dasarnya sangat berbeda satu sama lain. Contoh nyata salah satunya pada teknologi jarum skep pada karburator sepeda motor. Umumnya jarum skep sepeda motor tipe-tipe terdahulu dapat di setel dengan penambahan alur pada batang ulir jarum skep tersebut. Akan tetapi sangan berbeda pada sepeda motor keluaran terkini. Produsen malah memuatnya tak bisa di stel. Mungkin bagi sebagian orang tak terlalu mempedulikan hal ini. Tapi di lain pihak, ada juga yang kurang puas dengan hal ini. Bagi yang mereka penyuka speed or performance dan punya uang lebih, akan mudah bagi mereka untuk mengganti komponen karburator dengan yang mempunyai spek kompetiosi yang tentunya harganya tak bisa dibilang murah, dan biasanya juga tak bisa instant dan tidak langsung dengan settingan standarnya. Padahal apabila kita kreatif sedikit dan mau repot tak susah kok untuk mengakali hal ini. Khusus para pengguna generasi honda 125cc mulai kirana, karisma sampai supra x 125. bisa mengaplikasi tips ini. Jarum skep yang tidak bisa di stel bisa di modifikasi dengan mengganti satu set terdiri jarum dan pasangannya dari motor bebek honda generasi supra, grand yang masih menggunakan jarum skep tipe alur. Part yang dibutuhkan adalah jarum skep dan pasangannya (needle jet set). Ga harus yang original dan baru, barang kw atau bekas copotan pun masih bidsa dipake ko!!. Kebetulan kalau yang saya telah terapkan di motor saya, dengan menggunakan barang kw yang belinya satu set dengan repair karburator motor grand atau supra 110. Saya belinya murah ko, hanya sekitar 15 rb. Oke apabila sudah ada partnya lanjutkan dengn melepaskan karburator dari dudukannya. Setelah lepas, lepaskan juga skep dari pengaitnya. Kemudia lepas pengunci jarum skepnya dengan menggunakan obeng plis kecil. Tekan kemudian putar. Setelah di buka copot jarum skep lama gantikan dengan part pengganati. Jangan lupa klip penguncinya di pasang. Untuk posisi klip pengunci bisa di pasang di tengah dulu, kemudian pasang pengunci jarum skep yang ada di repair karburator yang di beli tadi. Perlu di ketahui posisi klip tergantung dari settingan nantinya dan posisi yang disarankan bisa berbeda tergantung dengan kebutuhan mesin. Kemudian rakit kembali skep kebalikan seperti saat membongkarnhya. Sampai disini selesai?? Oh belum.. kan pasangannya belum di pasang. Kalo ga di pasang ntar lubangnya terlau kegedean. Bongkar mangkuk karburator untuk memasang pasangan jarum skep. Buka kedua baut pengikat mangkuk dengan obeng plus. Setelah itu akan kelihatan dudukan mainjet. Buka dudukan main jet dengan tang jepit biar simple. Kemudian dorong dari arah skep untuk mengeluarkan pasangan jarum skep lama. Gunakan pensil atau batang yang terbuat bukan dari metal biar tidak tergores. Kemudian pasang pasangan jarum skep yang baru awas janga terbalkik, yang lubang stepnya mengarah ke jarum skep bukan ke arah main-jet. Simpan part tersebut dengan jarum skep asli biar ga hilang bila sewaktu2 di perlukan ga hilang. Kemudian pasang kembali dudukan mainjet dan pasang mangkuk karburator kebalikan dari proses bongkarnya. Kemudian pasang skep karbu. Dan pasang kembali karbu ke dudukannnya. Rangkai kembali slang bensin. Selesai, kemudian hidupkan mesin. Bawa jalan dulu motor, kemudian buka busi, bila putuh berarti skep terlalu atas=irit. Atau sebaliknya. Sesuaikan dengan settingan motor anda. Dan bila telah didapat settingan yang pas, busi harus berwarna kecoklatan. Perbedaan karakteristik yang telah saya rasakan, terutama pada putaran menengah atas. Kalau pake yang ori, tengahnya tuh seperti kosong kemudian atas baru ada lagi. Tapi pake tips ini tengah sampai atasnya cepet banget naiknya. Adapun perubah ini tak menjadikan motor anda jadi boros2 amat ko. Semuanya balik lagi ke settingan. Daripada pake yang ori dipake gebernya kurang enak. Coba deh..kalo dah ntar pasti ketagihan.. __________________ visit thread gw: tentang gear nge tune karisma tentang setting karburator tentang ganti jarum skep karbu kaki gw Mio lebih boros dari RX-King wajarkah? | |
| |
Labels: Modifikasi SEPEDA MOTOR
Halo semua saudara-saudaraku sepermainan korek motor hehehehe… Wanna share about standard specification motor nih, berdasarkan data volume silinder dan perbandingan kompresi maka kita dapat memperkirakan volume ruang bakar. Jika ada data yang lebih lengkap bisa menambahi sehingga lebih bermanfaat untuk semua saudara-saudara kita sesama pecinta korek mesin
No || Motor || Bore x Stroke || Volume Silinder || Rasio Kompresi
1. Kawasaki Blitz R 53 mm x 50.6mm 111 cc 9.3 : 1
2. Kawasaki Athlete 56 mm x 50.6mm 124.6 cc 9.8 : 1
3. Kawasaki Ninja 250 62 mm x 41.2mm 2x 124.5 cc 11.5 : 1
4. Kawasaki KLX 250 72 mm x 61,2mm 249cc 11 : 1
5. Yamaha Crypton 49 mm x 54mm 101.8 CC 9.0 : 1
6. Yamaha Mio 50.0 x 57.9 mm 113.7 cc 8.8 : 1
7. Yamaha Jupiter z 51.0 x 54.0 mm 110.3 cc 9.3 : 1
8. Yamaha Jupiter MX 54 x 58,7 mm 135 cc 10.9 : 1
9. Yamaha Vixion 57 x 58,7 (mm) 149.8cc 10.4 : 1
10.Yamaha Scorpio Z 70 x 58 mm 223cc 9.5 : 1
11. Yamaha RX King 58 x 50 mm 132cc 7.1 : 1
12. Yamaha RXZ 56 x 54 mm 133cc 7.0 : 1
13. Yamaha F1Z 52 x 52mm 110.4cc 7.1 : 1
14. Yamaha Alfa 50 x 52mm 102.1 cc 7.2 : 1
15. Honda GL 100 52 x 49.5mm 105.1 cc 9.2 : 1
16. Honda GL Max 56.5 x 49.5mm 124.1 cc 9.2 : 1
17. Honda GL Pro 61.0 x 49.5mm 144.7cc 9.2 : 1
18. Honda Supra 50.0 x 49.5mm 97.1 cc 8.8 : 1
19. Honda Tiger 63.5 x 62.2 mm 196.9cc 9.0 : 1
20. Honda Megapro 63,5 x 49,5 mm 156.7cc 9.0 : 1
21. Honda CS-1 58 x 47,2 mm 124.7 cc 10.7 : 1
22. Honda Supra PGM FI 52,4 x 57,9 mm 124.8cc 9.0 : 1
23. Honda Blade 50 x 55,6 mm 109.1 cc 9.0 : 1
